Jumat, 04 Maret 2011

Chem_World


Merangkai
Alat Penguji Elektrolit

A.  ALAT DAN BAHAN


a.      Cuk/colokan
b.      Bola lampu
c.       Pitingan
d.      Kabel seart penghantar tembaga
e.       Batang logam tembaga (2 batang)
f.        Gunting
g.      Isolasi
h.      Pisau
i.        Gelas
j.        Larutan Detergen
k.      Air Tomat
l.        Air Ledeng
m.    Larutan Kopi
n.      Larutan Segar sari Jeruk
o.      Larutan Gula
p.      Larutan Garam
q.      Larutan


B.   LANGKAH-LANGKAH
Berikut adalah langkah-langkah membuat Alat Penguji Elektrolit:
a.      Siapkan semua alat dan bahan yang diperlukan.
b.      Potong kabel serat penghantar tembaga menjadi 3 bagian, dimana kabel yang pertama digunakan untuk menghubungkan antara batang logam tembaga pertama dengan cuk/colokan, kabel kedua untuk menghubungkan antara cuk/colokan dengan lampu (yang sudah terpasang di pitingannya), dan kabel yang ketiga digunakan untuk menghubungkan antara lampu ke batang logam tembaga kedua.
c.       Selanjutnya, hubungkan kabel pertama untuk menghubungkan Batang Logam Tembaga pertama dengan cuk/colokan. Caranya, dengan mengupas satu ujung kabel serat tembaga secukupnya sehingga serat tembaga di tengahnya terlihat. Kemudian lilitkan serat tembaga pada kabel dengan Batang Logam Tembaga pertama. Buka/bongkar cuk/colokan. Kupas ujung kabel serat tembaga yang satunya lagi secukupnya sehingga serat tembaga di tengahnya terlihat pula . Pasang serat-serat tembaga itu pada kabel ke salah satu lubang pada cuk/colokan (yang tersedia).
d.      Lalu, hubungkan kabel serat tembaga kedua untuk menghubungkan cuk/colokan dengan lampu yang sudah terpasang di pitingannya. Caranya, kupas salah satu ujung kabel tersebut secukupnya. Serat Tembaga pada kabel dipasangkan ke lubang satunya pada cuk/colokan. Pasang kembali cuk/colokan (yang tadinya dibongkar) agar kembali seperti semula. Untuk memasangkan kabel serat penghantar pada pitingan lampu, pertama-tama putuskan kabel pada pitingan yang semula tersambung. Kupas ujung yang satunya dari kabel serat penghantar yang akan dihubungkan. Hubungkan serat tembaga pada kabel penghantar dengan salah satu kabel pada pitingan dengan menggunakan isolasi.
e.       Selanjutnya, hubungkan kabel ketiga untuk menghubungkan antara lampu ke batang logam tembaga kedua. Dengan cara yang sama seperti pemasangan kabel serat tembaga sebelumnya, yakni dengan melilitkan serat tembaga pada kabel penghantar itu pada batang tembaga kedua.
f.        Setelah tersusun secara baik dan benar, mulailah melakukan percobaan dengan mencolokkan cuk atau colokan pada stopkontak. Lalu celupkan kedua tembaga itu ke dalam larutan yang akan diuji dengan memegang bungkus plastik pada kabel penghantar agar tidak terjadi terkena strum atau korsleting. Ingat! Jangan sekali-sekali menyentuh batang tembaga ketika cuk sedang dicolokan pada stopkontak. Karena itu sangat berbahaya bagi keselamatan bekerja, serta ketika melakukan percobaan sebaiknya menggunakan alas kaki.
g.      Setelah itu, amatilah apa yang terjadi pada larutan dan lampu tersebut!
h.      Untuk memindahkan batang tembaga ke larutan lain yang ingin diuji, ada baiknya melepas colokan pada stopkontak terlebih dahulu, dan membersihkan kedua batang tembaga itu dengan hati-hati hingga kering dari larutan sebelumnya. Agar larutan berikutnya tidak terkontaminasi dengan larutan sebelumnya dan dapat mempengaruhi hasil percobaan yang dilakukan. 

C. HASIL PERCOBAAN DAN PENGAMATAN
NO
BAHAN
LAMPU
ELEKTRODA
KETERANGAN
+
-
1
Air jeruk
ü   

Tidak menghasilkan gelembung gas
Lampu menyala terang
2
Larutan Rinso
ü   

Tidak menghasilkan gelembung gas
Lampu menyala terang
3
Larutan Garam
ü   

Tidak menghasilkan gelembung gas
Lampu menyala terang
4
Larutan Gula

ü   
Tidak menghasilkan gelembung gas
Lampu tidak menyala
5
Air Ledeng
ü   

Tidak menghasilkan gelembung gas
Lampu menyala redup
6
Air Tomat
ü   

Tidak menghasilkan gelembung gas
Lampu menyala redup
7
Larutan Kopi
ü   

Tidak menghasilkan gelembung gas
Lampu menyala redup
8
Air Mineral
ü   

Tidak menghasilkan gelembung gas
Lampu menyala redup

D.  KESIMPULAN DAN PEMBAHASAN
Berdasarkan hasil percobaan kami, maka dapat disimpulkan bahwa tidak semua larutan yang kami uji ini mampu menghantarkan listrik dengan baik. Hal ini dibuktikan dengan nyala lampu yang dihasilkan. Ada yang terang, ada yang redup, bahkan ada yang tidak menyala. Hal ini dikarenakan sifat dari suatu larutan yang diuji. Ada yang berikatan ion, ada pula yang berikatan kovalen. Biasanya larutan yang memiliki ikatan kimia ion, lebih besar daya hantar listriknya dibandingkan dengan kovalen. Namun ada pula larutan kovalen yang tidak mampu menghantarkan listrik, yakni larutan kovalen non polar. Dimana keelektronegatifan dari kedua atom yang berikatan sama besar, sehingga bentuk molekulnya simetris dan seakan – akan tidak membentuk dua kutub yang berbeda. Akibat tidak adanya kutub positif dan kutub negatif, sehingga larutan ini tak mampu menghantarkan listrik dengan baik.
Dapat ditarik kesimpulan bahwa larutan yang nyala lampunya terang merupakan larutan yang bersifat elektrolit kuat. Karena larutan elektrolit yang daya hantarnya besar sehingga menyebabkan nyala lampu terang. Yaitu : larutan yang bersifat asam kuat (air jeruk), basa kuat (air sabun detergen), dan larutan yang bersifat garam-garaman atau netral (larutan garam). Sedangkan dalam percobaan ini larutan elektrolit lemah menghantarkan daya listrik yang lemah pula atau kecil,sehingga nyala lampu yang dihasilkan pada, air ledeng, air tomat larutan kopi, dan air mineral itu redup. Yang terakhir pada larutan gula, tergolong ke dalam larutan nonelektrolit karena molekul – molekul pada larutan gula tidak dapat menghantarkan listrik dengan baik, sehingga larutan tidak menghasilkan gelembung gas, dan lampunya ketika diuji coba tidak menyala.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar